- Venue akad : tba
- Venue resepsi : Gedung Serasan, Sesko TNI
- make up akad+resepsi : teh Yuyun
- kebaya akad+resepsi : kebaya Belva
- catering+dekorasi : Utami catering
- dokumentasi foto+video : Beeasphotography
- wedding ring : Laris Jewellery
- seserahan : -
- invitation : astana anyar, pasar tebet, sketsa wedding, sam arista
- souvenir : Kyuuto
- MC : kang Ivan Belva
- Entertainment : tba
the vendors
bandung wedding traditional expo part 2
ini contoh kreasi mahar 3D karyanya kreasiCrea :
cantik dan unik banget kan ya??
kalo diperhatiin dari deket, kreasi mahar itu dibentuk dari uang asli loh....agak sayang sih ya menurut saya mah...ntar uangnya gak bisa dimanfaatkan dan cuma jadi pajangan seumur hidup...*gak mau rugi hehehe
kalo gak mau pake uang asli juga bisa ko sebenernya...tinggal request aja...tapi kalo mahar kita nominalnya kecil gak apa-apalah ya dibentuk jadi pajangan cantik begitu. hehehe
berhubung saya belum mikirin banget maharnya mau apa, bagian ini di skip dulu deh...
-----
masih inget postingan saya tentang pakaian adat mandailing?
nah, akhirnya di pameran saya nemu 2 vendor kebaya yang nyediain pakaian adat mandailing ini : Oey Maher sama Lia Sanggar Rias. tapi kemarin gak sempet tanya banyak euy, karena yang bagiin flyer juga kurang begitu ngerti....ckckck...mesti didatengin ke showroom nya nih kayanya...next time deh...at least, contact number nya udah ditangan.
-----
Kreasicrea
Jl. Tirtayasa 17 (@Pinus Photo)
022-91220190 / 08157023898
www.kreasicrea.com
Oey Maher
Jl. Sidomukti No.90
022-2506993 / 081931324094
http://www.oeymakeupartist.com/
Lia Sanggar Rias
Jl. Setra Dago Raya No.17
Komp. Setra Dago Antapani
022-87240721 / 08122193900
www.liasanggarrias.com
xoxo,
seserahan??
wait!
seserahan itu apa??
googling sana sini, dapetlah kesimpulan dari beberapa artikel : seserahan merupakan simbolisasi bentuk tanggung jawab ke pihak keluarga wanita. biasanya isi seserahan adalah barang-barang keperluan wanita mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. baju, sepatu, peralatan mandi, daleman, and bla bla bla bla bla....*artikel lengkapnya bisa dilihat disini dan disini
selain itu, ada juga barang-barang yang dikasih ke pihak cowo (sebagai balasan dari seserahan- ntah apa namanya, lupa-). sama juga isinya, barang-barang keperluan cowo dari ujung rambut sampe ujung kaki.....
well, ini sih kayanya lebih mengarah ke adat ya...
setelah ngobrol, saya dan abang sepakat untuk gak ada seserahan, baik dari pihak saya maupun dari pihak abang. kami sih gak melihat ada ruginya kalau bagian ini dihilangkan...keuntungannya pun gak terlalu berasa. dilihat dari jenis barang-barang seserahan kayanya bisa dibeli kapan aja ya (pas ada rejekinya). kami pikir uangnya kami tabung aja deh buat bekal kehidupan setelah menikah...*ciieeee*
dan keputusan kami pun disambut senang oleh semua orang...horaaaayyyy... :D
xoxo,
kumaha ieu adat mandailing teh?
daripada ngasih info yang salah, mendingan gak usah dibahas sama skali deh...hehehe
anyone can help??
xoxo,
all about adat sunda
Sejak dahulu pernikahan memang menjadi babak terpenting dalam perjalanan kehidupan manusia. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat pesta pernikahan menjadi meriah dan tak terlupakan. Terkikis oleh waktu dan zaman, prosesi pernikahan di Indonesia menjadi lebih sederhana dan modern. Banyak pasangan yang "memotong" prosesi agar lebih mudah dan cepat, atau mengurangi prosesnya karena dianggap tidak terlalu penting. Saat ini, semakin banyak pasangan yang lebih menyukai pernikahan ala negara barat karena dianggap lebih modern dan prosesnya cukup kilat. Salah satu prosesi pernikahan adat yang mulai tergerus modernisasi adalah pernikahan adat Sunda. Menurut Drs. M. Rachmat Sastradipradja, atau yang lebih dikenal dengan Mang Rachmat yang bergelut di bidang kesenian Sunda sejak tahun 1968 ini, musik dan lagu dalam pernikahan adat Sunda, sudah mulai diganti dengan lagu dangdut yang dianggap lebih populer dan menghibur. Padahal menurut Mang Rachmat dengan melakukan prosesi pernikahan tradisional yang sesuai dengan adat istiadat, sama dengan meneruskan dan menjaga budaya leluhur yang sangat berharga. Sesuatu yang seharusnya tak kita biarkan hilang ditelan kemajuan zaman. Bagi pria yang telah membantu kurang lebih ratusan pernikahan adat Sunda, termasuk anak para petinggi negara dan selebritis ini, prosesi pernikahan adat Sunda sendiri adalah proses pernikahan sakral yang dibungkus dengan humor dan biayanya sama sekali tidak mahal. Adapun susunan rangkaian acara pernikahan adat Sunda dapat dilihat di bawah ini:
Satu hari sebelum hari-H
NGARAS
Ngaras adalah kegiatan mencuci kaki orangtua. Ngaras dilakukan dalam perkawinan adat Sunda gaya Sukapura. Ngaras dilakukan sebagai ungkapan rasa hormat anak kepada ayah dan ibu agar mendapatkan barokah (berkah) dan restu lahir batin dari kedua orangtuanya. Sehingga dapat hidup rukun, damai dan bahagia seperti halnya yang dijalani orangtua mereka.
Setelah selesai acara ngaras, maka calon mempelai masuk kembali ke kamar pengantin. Kemudian keluar lagi, sudah dengan pakaian khusus yang dibimbing ayah dan ibu menuju tempat siraman. Kemudian calon pengantin didudukkan. Sebelum siraman dilakukan, calon mempelai diazankan terlebih dahulu. Baru kemudian dilakukan penyiraman yang berlangsung selama sekitar 30 menit. Makna disuarakan azan adalah sebagai pengingat bahwa pernikahan merupakan suatu peristiwa penting yang sama halnya dengan kelahiran dan kematian. Azan juga dimaksudkan sebagai bekal agar tidak lupa akan masa yang akan datang dan mengingatkan bahwa pada saatnya nanti, manusia akan berpulang. Sementara siraman memiliki makna yaitu menyucikan diri, lahir batin menjelang pernikahan yang akan dilakukan atas dasar niat baik. Air siraman, berupa air putih yang diberi bunga 7 rupa, termasuk bunga mawar, melati, cempaka dan potongan daun pandan. Untuk busana dan riasan, umumnya sederhana. Pakaian berupa kain panjang atau kemben. Bila ingin terlihat lebih mewah dapat ditambahkan rompi dari bunga melati. Acara siraman diiringi dengan musik kecapi dan tembang-tembang Sunda selama 10-30 menit.
SESERAHANUsai upacara siraman, upacara dilanjutkan dengan upacara seserahan yaitu upacara pranikah yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari upacara lamaran. Proses upacara seserahan dimulai dari mempelai wanita dan keluarganya bersiap-siap menanti kedatangan calon mempelai pria. Makna utama seserahan adalah menyerahkan calon mempelai pria kepada keluarga calon mempelai wanita. "Bukan hanya menyerahkan barang, Barang hanya sebagai sambilan saja," ujar Mang Rachmat. Ketika calon mempelai pria dan rombongan datang, wakil dari keluarga calon perempuan siap menyambut dan mempersilakan rombongan menempati tempat yang telah disediakan. Penuntun acara adat mempersilakan juru bicara keluarga calon mempelai pria mengutarakan maksud kedatangannya. Selanjutnya, penuntun acara adat akan meminta juru bicara calon mempelai wanita untuk memberi jawaban.
NGEUYEUK SEUREUHNgeuyeuk Seureuh adalah peragaan mengenai bagaimana menjalani hidup berumah tangga lewat berbagai barang perlengkapan ngeuyeuk seureuh yang dibawa ketika upacara seserahan dan terhampar di hadapan mempelai dan orang tua. Acara ini Ngeyeuk Seureuh dibimbing oleh kokolot upacara dan diiringi tembang Sunda dengan dihadiri oleh kedua keluarga atau undangan. Perlengkapan ngeuyeuk seureuh terdiri dari minimal 25 macam barang yang ditutup dengan kain putih. Pada acara ngeuyeuk seureuh juga dijelaskan arti barang-barang yang diselimuti kain putih ini lewat tembang-tembang Sunda yang diiringi instrumen kecapi. Acara penutup ini berlangsung selama lebih kurang satu jam. Beberapa contoh kegiatan dalam prosesi ngeuyeuk seureuh adalah:
a. Disawer beras, artinya agar pasangan mempelai hidup sejahtera
b. Dikeprak (dipukul) dengan sapu lidi, yang disertai dengan nasihat agar mempelai harus saling memupuk kasih sayang dan giat bekerja.
c. Membuka kain putih penutup pengeuyeuk, melambangkan rumah tangga yang akan dibina oleh mempelai masih bersih dan belum ternoda.
d. Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria), yang memiliki makna agar keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri.
e. Berebut uang di bawah tikar sambil disawer, melambangkan berlomba mencari rezeki dan disayang keluarga.Saat hari-H
SABDA NIKAH DAN MAKNANYA
Setelah akad nikah selesai, acara dilanjutkan dengan serangkaian upacara sabda nikah yang dilakukan untuk memeriahkan pesta pernikahan. Upacara ini dilakukan setelah pasangan pengantin resmi menjadi suami istri dan merupakan puncak dari prosesi upacara pernikahan adat Sunda. Upacara sabda nikah meliputi:
* Sembah sungkemProsesi sembah sungkem sebenarnya mirip dengan prosesi ngaras. Perbedaannya, ngaras dilakukan seorang calon mempelai pengantin, sedangkan pada acara sembah sungkem kedua mempelai yang sudah resmi menikah melakukannya bersama-sama di hadapan kedua orangtua.
* Melepas burung merpati
Setelah melakukan sembah sungkem, mempelai diajak keluar rumah. Kemudian ibu mertua dari mempelai pria mengambil merpati jantan dan ibu dari mempelai wanita mengambil merpati betina yang sudah disiapkan sebelumnya. Kemudian merpati tersebut dilepaskan ke angkasa.
Sawer pengantin adalah nasihat berupa tembang dan nyanyian kepada kedua mempelai. Sebelum melakukan sawer pengantin, biasanya penuntun acara adat sudah menjelaskan "aturan mainnya" terlebih dahulu kepada pasangan pengantin. Pada saat sawer pengantin, orangtua memiliki kesempatan terakhir untuk memberikan nasihat sebelum menyerahkan pengantin perempuan kepada suaminya. Alat-alat yang diperlukan biasanya berupa payung besar, bokor berisi uang emas, uang logam, kunyit yang diiris-iris dan permen.
* Menginjak telur dan mencuci kaki
Ritual menginjak telur dan mencuci kaki melambangkan keturunan. Bila dalam acara tersebut telur yang diinjak pecah, pengantin akan segera memperoleh keturunan. Sementara mencuci kaki adalah melambangkan penyucian diri dari berbagai hal negatif.
* Membakar harupat (lidi) dan memecah kendi
Harupat harus dibakar sampai menyala dan ditiup bersama-sama. Melalui ritual membakar harupat, diharapkan kedua mempelai mau saling mengalah. Sementara ritual memecahkan kendi bermakna bahwa keduanya harus bekerja sama untuk mencapai tujuan.
* Buka pintu
Buka pintu memiliki makna penting khususnya dalam kehidupan bertetangga. Sebelum bergaul dengan tetangga, kita tentu harus membuka pintu terlebih dahulu agar diterima sebagai bagian dari lingkungan kita.
* Huap lingklung
Huap Lingklung dan huap deudeuh (kasih sayang). Artinya, kedua pengantin disuapi oleh kedua orangtuanya masing-masing sebagai tanda kasih sayang dari orangtua yang terakhir kali. Kemudian masing-masing mempelai saling menyuapi sebagai tanda kasih sayang. Acara huap lingklung diakhiri dengan saling menarik bakakak (ayam utuh yang telah dibakar). Mempelai yang mendapatkan bagian terbesar konon akan mendapatkan banyak rezeki.
PENYAMBUTAN TAMU AGUNG
Setelah rangkaian upacara adat selesai, acara dilanjutkan dengan penyambutan tamu agung yang dapat dilakukan di rumah maupun di gedung. Kedua mempelai beserta keluarga di pintu gedung sudah siap disambut oleh mang lengser, enam penari tabur bunga, enam orang penari umbul-umbul, sepasang penari persembahan, dua orang pembawa kujang, dan seorang pembawa payung kuning. Pada saat para penari menari, penuntun acara adat menceritakan hal-hal baik dari kedua mempelai berdasarkan hasil mewawancarai mereka sebelumnya. Biasanya pengantin cenderung bahagia mendengarkan ini. Saat kedua mempelai dan kedua orangtua naik pelaminan, keluarga pengiring berbelok menuju tempat yang telah tersedia. Kemudian masuk tari khusus persembahan oleh penari pasangan. Mertua wanita dipersilakan menyerahkan buket bunga kepada menantu wanita. Sedangkan mertua laki-laki dipersilakan memasangkan keris kepada menantu laki-laki. Setelah penyambutan tamu agung selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan atas nama kedua keluarga dan ditutup dengan doa. Selanjutnya, penuntun acara akan mempersilakan para tamu yang datang untuk memberikan ucapan selamat dan acara resepsi (hiburan dan makan malam) dilanjutkan.
Sumber : Drs. M. Rachmat Sastradipradja.Perencana pernikahan adat Sunda
Sanggar Puspa Arum
Jl. Anggur No.70, Tambun, bekasi.
Telp. 021-8832 6853
xoxo,
saat sunda bertemu mandailing
si abang itu asli medan...waktu kakak-kakaknya nikah of course bukan pake adat sunda lah yaaa, tapi pake adat tapanuli selatan atau mandailing.
karena biasanya ngadain resepsi pernikahan itu di tempat cewe, maka adat yang dipake adalah adat si cewe..dalam kasus saya berarti pake adat sunda tentunya..sebenernya saya sih gak terlalu ngerti adat-adatan gitu...but give me some time! mari kita cari-cari dulu adat sunda itu kaya apa.....hehehe ;) *nanti dibahas di postingan berikutnya...
nah, sekarang mari kita lihat sejenak dari segi pakaian....kalo baju yang dipake sih kebaya biasa , yang bikin keliatan khas sunda banget adalah siger kaya gini :
gambar dari om googlebagus bangeeettt.....*atau karena modelnya yang cantik-cantik haha*
lihat deh....
from here
pengen cari ah di bandung, ada gak ya yang bisa nyewain baju kaya gitu....
xoxo,
Posted by



